Header Ads

Sejarah Transportasi Bus di Indonesia

 


    Sejarah bus di Indonesia mencerminkan evolusi sistem transportasi publik yang penting untuk mobilitas massa dinegara ini. Awal masuk nya bus di Indonesia mulai pada abad ke-20, tepatnya pada tahun 1920-an. Pada waktu itu, bus pertama kali digunakan untuk mengangkut penumpang antar kota di Pulau Jawa. 
    Pada saat Indonesia setelah meraih kemerdekaannya pada tahun 1945, sektor transportasi mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai mengembangkan sistem bus yang lebih terorganisir dan lebih efisien.
    Selanjutnya pada tahun 1961, pemerintah Indonesia mulai mengambil alih beberapa perusahaan bus swasta dan nasionalisasi industri ini. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pengawasan dan mengintegrasikan jaringan bus di seluruh negeri. Proses nasionalisasi ini menghasilkan pengusahaan bus besar seperti Perum PPD (Perusahaan Umum Perhubungan Dalam Negeri), yang kemudian dikenal sebagai Perum DAMRI (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia).
    Adapun beberapa perusahaan bus terkenal yang didirikan pada masa itu antara lain PO Haryanto yang terletak di Solo Jawa Tengah berdiri pada tahun 1946. Ada juga PO Sumber alam yang terletak di Sumedang Jawa Barat berdiri pada tahun 1955. Dan selanjutnya ada PO Gunung Harta yang terletak di Jakarta berdiri pada tahun 1960.
    Perkembangan selanjutnya pada tahun 1980-an, bus di Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan dalam hal jumlah armada, kualitas layanan, dan jaringan rute. Bisnis bus swasta pun berkembang pesat, menghadirkan beragam jenis layanan mulai dari ekonomi hingga kelas premium. 



    Perkembangan pada saat ini, bus di Indonesia dibagi dalam berbagai katagori, berdasarkan ukuran, kelas, jenis, dan jarak. Ada tiga jenis bus berdasarkan ukuran bus besar, bus sedang, dan bus kecil. Sedangkan berdasarkan kelas ada kelas ekonomi, bisnis AC, executive, dan super executive. Adapun pembagian berdasarkan kelas ini ditentukan oleh fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh bus. Selain itu ada pula bus (AKDP) angkutan kota dalam provinsi yang hanya mengantar penumpang dalam kota jarak kurang lebih 10-100 km. Lalu ada pula bus antar kota antar provinsi (AKAP). Bus AKAP sendiri angkutan dari satu kota ke kota lain yang melalui antar daerah kabupaten/kota yang melalui lebih dari satu daerah provinsi dengan menggunakan mobil bus umum yang terkait dalam trayek.

 

Sejarah PO Bus Selanjutnya:

Tidak ada komentar

Sejarah Bus Laju Prima

     Sejarah PO Laju Prima dimulai pada era 1990-an ketika Hiba Group, yang awalnya fokus pada perjalanan wisata, memutuskan untuk memasuki ...

Diberdayakan oleh Blogger.